Yang aku butuhkan dalam hidup adalah hal-hal yang sederhana. Jika ia berupa harta-benda, aku butuh secukupnya saja. Asal cukup untuk menjelaskan kepadaku bahwa betapa sedikitnya kebutuhanku sehingga jika kelebihan sedang menjadi milikku, itu pasti bukan karena kebutuhanku, melainkan karena kerakusanku.
Jika ia berupa ilmu pengetahuan, cukuplah ilmu yang mengajariku tentang kebodohan. Bahwa apa pun yang kupelajari, pasti cuma untuk menegaskan kebodohanku sendiri. Bahkan jika semua isi kepalaku telah kubuka dan kutadahkan, ia tak akan sanggup menampung seluruh pengetahuan semesta raya. Jangankan bangga diri mentang-mentang berilmu, merasa berilmu pun telah merupakan bentuk penegasan baru tentang kebodohan.
Jika kau butuh sahabat, cukuplah aku merasa puas dengan orang-orang sederhana. Sepanjang orang itu sanggup mengilhamiku agar tidak ragu untuk tidur jika mnegantuk, makan jika lapar, dan tertawa jika geli. Cukuplah jika para sahabatku mengajariku untuk berani menjadi manusia yang wajar dan semestinya.
Jika aku berguru, aku tak meminta guru yang dapat mengajariku punya kemampuan terbang dan menghilang. Cukuplah bagiku jika sang guru mau membimbingku untuk belajar menyingkirkan batu di jalan, rela pada keburuntungan orang lain, sabar atas kemalangan sendiri, senang melihat tetangga punya barang baru, mencintai anak-anak, menyayangi hewan....
Dari guruku, aku tidak mengharapkan pelajaran apa pun selain pelajaran merendahkan diri dan merendahkan hati karena penyakit terbesarku saat ini adalah perasaan bahwa aku ini ada, penting, dan besar. Dengan kebesaranku itulah, orang lain sering terlihat kecil. Karena kepentinganku itulah, orang lain jadi terasa remeh. Karena keberadaanku itulah, orang lain jadi seperti tidak ada. Jika aku dibesarkan dan dipentingkan, susahlah hatiku.
Jika aku sedang kelihatan merendah, sesungguhnya karena ku sedang merasa lebih tinggi. Jika aku sedang mengecil, sesungguhnya karena ku tengah merasa besar. Oleh karena itu, aku dapat khusyuk berdoa sambil memandang hina orang lain yang tingkat kekhusyukannya kuanggap tidak sama. Jadi, perendahan dan pengecilan diri ini sesungguhnya tak lebih dari alat kesombonganku semata.
Jika ada seseorang yang memiliki kualitas kerendahan hati dalam arti yang sebenarnya, kepada merekalah aku datang berguru.
NB: thanks to mas prie gs atas "ajaran-ajaran"-nya.
Senin, 28 April 2008
Kamis, 10 April 2008
Google di Brasil
SEBUAH tim panel senat Brasil memerintahkan Google untuk memberi akses ke 3.261 profil yang ditengarai mengandung materi-materi pornografi anak. Pemerintah Federal Brasil mengeluhkan penolakan perusahaan raksasa internet Google untuk mengungkap identitas para pengguna internet yang memublikasikan materi-materi yang mengandung unsur kriminal di situs jaringan sosial Orkut. Orkut merupakan situs sejenis MySpace dan Facebook yang memiliki anggota sebanyak 27 juta orang di Brasil. Jaksa Federal Sao Paulo Sergio Suiama mengatakan kepada panel senat bahwa dalam dua tahun belakangan, hampir 90% dari 56 ribu keluhan yang berkaitan dengan paedofilia terhubung dengan Orkut. Aksi para paedofil di situs jaringan sosial Orkut dibantu fasilitas yang memungkinkan mereka menciptakan album foto pribadi yang hanya dapat diakses kalangan mereka. Pemimpin Google di Brasil Alexandre Hohagen mengatakan perusahaannya dalam beberapa bulan mendatang mungkin mengimplementasikan sebuah penyaring yang akan memblokir materi-materi pornografi anak.
MIOL>>
MIOL>>
Langganan:
Komentar (Atom)