Minggu, 23 Maret 2008

Buku Tata Surya Copernicus Edisi Pertama Dilelang

TOKYO—MI: Seorang penjual buku menawarkan buku langka, yakni buku edisi pertama revolusioner Nicolaus Copernicus mengenai tata surya, dalam sebuah pameran buku di Tokyo.

Harganya 1,5 juta dolar atau sekitar Rp13,5 miliar. Penjual juga akan menerima pembayaran dengan kartu kredit.

Buku itu, yang diterbitkan pada 1543 dan berjudul De Revolutionibus Orbium Coelestium, Libri V, memuat diagram yang memperlihatkan Bumi dan planet-planet lainnya mengedari Matahari.

Diagram ini mengingkari teori geosentris yang banyak dianut orang pada saat itu.

Hanya ada tak lebih dari 300 kopi dari edisi pertama buku itu di seluruh dunia dan sebagian besar dari buku-buku itu menjadi milik perpustakan, demikian menurut Jonathan A Hill, yang menjual buku tersebut.

Buku itu dijajakan dalam Tokyo International Antiquarian Bookfair, yang berlangsung mulai Rabu hingga Sabtu (15 Maret).

Jonathan Hill menyatakan dirinya merasa sangat optimis bukunya akan dibeli seorang peminat, sambil menambahkan harganya masih dapat ditawar. (Ant/OL-02)

taken from MediaIndonesia.com

Menristek Buka Pekan Ilmiah Mahasiswa ITS

SURABAYA--MI: Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Kusmayanto Kadiman dijadwalkan membuka Pekan Ilmiah Mahasiswa ITS (PIMITS) ke-11 yang digelar pada 24-28 Maret mendatang.

"Kami memang berencana mengundang Menristek dan Konjen Prancis," kata Ketua Pelaksana PIMITS 11, Anggoro, di Surabaya, Rabu.

Menurut dia, PIMITS 2008 dikemas dalam serangkaian acara yang mengupas karya-karya ilmiah mahasiswa serta perkembangan ilmu pengetahuan teknologi tepat guna dengan berbagai bentuk.

"Antara lain GKM (Gelar Karya Mahasiswa), Festival Film Indie, English Debate, Pimits Market, serta acara yang paling yang banyak peminatnya yakni Workshop Robotika dan Aksi Robot," katanya.

Selain itu, panitia juga menyelenggarakan Visual Art Competion serta Jurnalistik on PIMITS. "Jurnalistik on PIMITS merupakan acara PIMITS yang baru kali pertama ini diadakan," katanya.

Untuk menggali kemampuan pelajar SMP/SMA tentang dunia kejurnalistikan, katanya, acaranya akan dikemas dalam bentuk workshop yang menugaskan peserta untuk menuliskan segala kegiatan ketika PIMITS berlangsung.

"Di bidang kemahasiswaan, ITS juga menggelar lomba desain untuk membuat slogan baru yakni Arek ITS CAK (Cerdas, Amanah, Kreatif) yang menggantikan slogan yang lama yakni ITS CUK (Cerdas, Ulet, Kreatif)," katanya.

Ia menambahkan undangan tamu kenegaraan dari Konjen Prancis dimaksudkan memperkenalkan budaya Prancis, sekaligus mengorek informasi studi dan beasiswa serta dunia kerja di Prancis. (Ant/OL-2)

taken from MediaIndonesia.com